Orang bilang tanah kita tanah surga
Tongkat kayu dan batu jadi tanaman
Tongkat kayu dan batu jadi tanaman
Seharusnya pepatah di atas menjadi motivasi yang bijak pada masyarakat petani di Negri kita ini. sumber daya alam yang melimpah ternyata belum sepenuhnya dimafatkan dengan baik oleh masyrakat.Masyarakat kini berfikir hidup sudah makan sudah cukup,walaupun hanya cukup cukupan saja. Itu saja dari hasil
tanaman disekitar rumah yang kurang optimal dalam pengelolaannya.Tidak perlu
berfikir keras untuk bisa makan dari hasil bertani yang mempunayi nialai lebih . Namun beda dengan
orang-orang di Arab misalnya, mereka harus berfikir keras untuk bisa
menanam tanaman yang bisa dimakan. Tidak semua jenis tanaman pertanian
bisa ditanam di Arab.
Sedangkan di Indonesia, tanaman pangan hampir semua bisa ditanam dan
menghasilkan, tanaman sayuran dan juga buah-buahan semusim, Indonesia
memiliki banyak sekali ragam dan jenisnya. Dengan kesuburan tanah yang
perlu setiap saat kita syukuri karena tidak semua wilayah seperti
Indonesia yang memiliki kekayaan yang sangat beragam.
Sudah sepantasnya pertanian Indonesia maju dan berkembang, petani
Indonesia memiliki penghasilan yang jauh dari cukup. Mampu menyekolahkan
anak sampai ke jenjang perkuliahan. Kepintaran yang diharapkan mampu
menumbuhkan dan memajukan pertanian di wilayahnya masing-masing setelah
lulus sarjana.
Namun saya sangat prihatin dengan banyak produk pertanian yang
diimpor dari Negara tetangga, entah kenapa bisa begini. Siapa yang
seharusnya bertanggung jawab akan kemakmuran petani Indonesia. Semua
elemen masyarakat mulai dari pemerintah, pemuka agama dan juga
masyarakat petani di Indonesia. Produk impor seharusnya bisa ditekan
menurut saya, jika pertanian Indonesia memiliki system yang lebih baik
lagi. Pemerataan hasil panen keseluruh wilayah di Indonesia, merupakan
salah satu hal yang bisa dilakukan
Menjaga kualitas hasil panen, dan juga menjaga pola tanam yang baik
agar menghasilkan produk pertanian yang baik dan berkualitas. Jika
pemerintah dan petani tidak bersatu padu untuk kemajuan bersama, saya
takut Negara kita yang sebagian besar petani tidak akan bisa merasakan
nikmatnya produk pertanian dalam negeri.
Beras, kedelai, bawang, jeruk, apel dan masih banyak lagi hasil
pertanian dan perkebunan yang ada dipasaran Indonesia berasal dari
Negara tetangga. Bawang putih saja dipasar sebelah rumah banyak
didatangkan dari China, saya kaget. Kok bisa mereka memproduksi bawang
putih dengan harga yang bisa di terima di Indonesia padahal secara
kualitas bagus.
Ini menjadi PR kita bersama bagaimana menciptakan hasil pertanian
yang berkualitas namun berdaya saing secara harga. Jika ini sudah bisa
dilakukan saya rasa kita tidak perlu impor lagi produk-produk pertanian
dari luar negeri. Saya berharap semoga pertanian di Indonesia semakin
maju dan petani di Indonesia semakin sejahtera dan berkelimpahan materi.
amiin

Tidak ada komentar:
Posting Komentar